Contents
- 1 Apa Itu Acoustic Camera?
- 2 Bagaimana Cara Kerja Acoustic Camera?
- 3 Kegunaan Acoustic Camera untuk Inspeksi Industri
- 4 HIKMICRO AI56 untuk Deteksi Kebocoran dan Partial Discharge
- 5 Tahapan Inspeksi Menggunakan Acoustic Camera
- 6 Manfaat Acoustic Camera bagi Tim Maintenance
- 7 Temukan Sumber Kebocoran dengan HIKMICRO AI56
- 8 FAQ Acoustic Camera
Acoustic camera adalah alat yang menggunakan susunan mikrofon untuk mendeteksi dan memetakan lokasi sumber suara dalam bentuk gambar. Dalam inspeksi industri, teknologi ini membantu teknisi menemukan indikasi kebocoran udara bertekanan, kebocoran gas, serta aktivitas partial discharge pada peralatan listrik.
Di lingkungan pabrik, suara kebocoran kecil sering tertutup oleh kebisingan mesin. Teknisi mungkin mengetahui adanya pemborosan udara bertekanan, tetapi kesulitan menentukan sambungan mana yang bermasalah. Pemeriksaan satu per satu pun membutuhkan waktu, terutama ketika jalur perpipaan tersebar di area produksi.
HIKMICRO AI56 membantu mempersempit pencarian tersebut melalui pencitraan akustik. Lokasi sumber suara ditampilkan di atas gambar visual sehingga tim maintenance lebih mudah menentukan titik pemeriksaan dan mendokumentasikan temuannya.
Apa Itu Acoustic Camera?
Acoustic camera atau kamera akustik merupakan perangkat yang menggabungkan beberapa mikrofon, pengolahan sinyal, dan kamera visual. Mikrofon menangkap suara dari area pemeriksaan, kemudian sistem mengolah sinyal tersebut untuk memperkirakan arah sumbernya.
Hasil pengolahan ditampilkan sebagai peta warna pada gambar objek. Dengan tampilan ini, pengguna dapat melihat area yang menghasilkan sinyal akustik kuat dalam rentang frekuensi yang dipilih.
Warna pada layar acoustic camera menunjukkan informasi akustik sesuai skala tampilan, bukan temperatur. Karena itu, cara membaca hasilnya berbeda dari thermal camera yang menampilkan distribusi suhu permukaan.
Dalam pekerjaan maintenance, kedua perangkat dapat saling melengkapi. Kamera akustik membantu melokalisasi sumber suara, sedangkan kamera termal membantu mengamati anomali panas yang mungkin menyertai gangguan peralatan.
Bagaimana Cara Kerja Acoustic Camera?
Acoustic camera memanfaatkan perbedaan waktu kedatangan dan karakteristik sinyal yang diterima oleh susunan mikrofon. Melalui pengolahan sinyal, perangkat memperkirakan lokasi sumber suara dalam bidang pandangnya.
Ketika udara bertekanan keluar melalui celah, aliran turbulen dapat menghasilkan suara berfrekuensi tinggi, termasuk ultrasonik. Sinyal inilah yang dapat digunakan untuk membantu menemukan sumber kebocoran meskipun suara tersebut sulit didengar manusia.
Pengguna memilih rentang frekuensi yang sesuai untuk memperjelas target pemeriksaan. Penyesuaian ini dapat membantu mengurangi pengaruh sebagian kebisingan latar, tetapi tidak menjamin seluruh gangguan suara akan hilang.
Pantulan suara, posisi objek, jarak pemeriksaan, dan keberadaan sumber suara lain tetap memengaruhi hasil. Karena itu, titik yang ditampilkan perlu diperiksa kembali dari sudut pengamatan berbeda bila memungkinkan.
Kegunaan Acoustic Camera untuk Inspeksi Industri
Kamera akustik berguna ketika gangguan menghasilkan suara yang dapat ditangkap perangkat. Berikut beberapa penerapannya dalam kegiatan pemeliharaan fasilitas.
1. Menemukan Kebocoran Udara Bertekanan
Sistem compressed air digunakan untuk mengoperasikan berbagai mesin dan peralatan pneumatik. Kebocoran pada sambungan, selang, atau fitting dapat membuat udara terbuang tanpa memberikan manfaat bagi proses produksi.
Acoustic camera membantu teknisi melokalisasi sumber kebocoran tersebut. Setelah titik ditemukan, tim dapat menandainya dan merencanakan perbaikan sesuai akses serta kondisi operasional.
2. Memeriksa Jalur Gas Bertekanan
Kebocoran gas yang menghasilkan sinyal akustik memadai dapat menjadi target pemeriksaan. Kamera membantu menunjukkan arah sumber suara pada sambungan atau komponen yang dicurigai.
Namun, acoustic camera tidak mengidentifikasi jenis gas maupun mengukur konsentrasinya di udara. Pemeriksaan gas berbahaya tetap membutuhkan detektor yang sesuai, dan perangkat yang digunakan harus memenuhi persyaratan area kerja.
3. Memeriksa Sambungan Peralatan Pneumatik
Konektor, regulator, dan selang mesin dapat mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan berulang. Kebocoran pada titik-titik tersebut terkadang sulit diketahui ketika mesin sedang aktif.
Pemetaan akustik membantu teknisi memeriksa area sambungan secara lebih terarah. Suara buangan normal dari peralatan tetap perlu dibedakan dari kebocoran yang tidak semestinya terjadi.
4. Menelusuri Indikasi Partial Discharge
Partial discharge adalah pelepasan listrik lokal yang hanya menjembatani sebagian sistem isolasi. Pada kondisi tertentu, aktivitas ini menghasilkan sinyal akustik yang dapat digunakan sebagai petunjuk pemeriksaan.
Kamera akustik yang mendukung aplikasi tersebut membantu menemukan indikasi sumbernya. Hasil pencitraan perlu dievaluasi oleh personel berkompeten dan, bila diperlukan, dikonfirmasi menggunakan metode pengujian kelistrikan lainnya.
HIKMICRO AI56 untuk Deteksi Kebocoran dan Partial Discharge

HIKMICRO AI56 merupakan acoustic imaging camera untuk pemeriksaan kebocoran gas bertekanan dan partial discharge. Perangkat ini memiliki 64 mikrofon MEMS, rentang frekuensi yang dapat diatur hingga 96 kHz, serta layar sentuh 4,3 inci untuk menampilkan hasil inspeksi.
AI56 juga mendukung estimasi laju kebocoran dan biaya kehilangan, serta dokumentasi melalui HIKMICRO Analyzer Acoustic. Dalam penggunaannya, estimasi biaya perlu dipahami berdasarkan parameter yang dimasukkan dan kondisi pengukuran. Nilai tersebut membantu menentukan prioritas, tetapi bukan pengganti pengukuran konsumsi energi aktual.
Untuk mempelajari pilihan perangkat dan dukungan aplikasinya, kunjungi halaman HIKMICRO di EMS Technology. Sampaikan kebutuhan inspeksi agar pemilihan model sesuai dengan kondisi fasilitas.
Tahapan Inspeksi Menggunakan Acoustic Camera
Pemeriksaan yang konsisten membantu menghasilkan temuan yang mudah ditindaklanjuti. Berikut tahapan umum penggunaan kamera akustik dalam program maintenance.
1. Tentukan Area dan Tujuan Pemeriksaan
Susun daftar aset, seperti jalur compressed air, sambungan mesin, atau peralatan listrik yang akan diperiksa. Tetapkan tujuan agar pengaturan perangkat dan metode konfirmasi sesuai dengan jenis masalah.
Catat identitas aset serta kondisi operasinya. Untuk sistem udara bertekanan, informasi tekanan membantu memberikan konteks terhadap hasil pemeriksaan.
2. Siapkan Kondisi Operasi dan Keselamatan
Deteksi kebocoran udara umumnya memerlukan perbedaan tekanan yang cukup untuk menghasilkan sinyal. Lakukan pemeriksaan pada kondisi operasi yang mewakili penggunaan aktual dan telah dinyatakan aman.
Pada instalasi listrik, ikuti batas pendekatan serta prosedur keselamatan fasilitas. Kemampuan mengamati dari jarak tertentu tidak menjadi alasan untuk mendekati bagian bertegangan tanpa pengendalian risiko.
3. Lakukan Pemindaian Menyeluruh
Arahkan kamera ke area pemeriksaan, kemudian pindai sambungan dan komponen secara sistematis. Sesuaikan rentang frekuensi dengan target serta kondisi kebisingan. Ketika muncul indikasi, periksa dari sudut lain jika akses memungkinkan. Langkah ini membantu membedakan lokasi sumber sebenarnya dari pantulan suara.
4. Dokumentasikan dan Konfirmasi Temuan
Simpan gambar beserta lokasi, identitas komponen, dan kondisi pemeriksaan. Hindari laporan yang hanya berisi gambar tanpa keterangan karena akan menyulitkan tim perbaikan.
Konfirmasikan dugaan kebocoran menggunakan metode yang sesuai dengan sistem. Jangan mengencangkan atau membongkar sambungan bertekanan sebelum sumber energi diisolasi dan tekanan dilepaskan sesuai prosedur.
5. Periksa Ulang Setelah Perbaikan
Setelah sistem kembali beroperasi, lakukan pemindaian pada kondisi yang sebanding. Evaluasi apakah sinyal yang sebelumnya ditemukan masih muncul. Hasil pemeriksaan ulang membantu menutup pekerjaan maintenance dengan bukti. Untuk menilai penghematan energi, lengkapi dokumentasi dengan data konsumsi dan kondisi produksi.
Manfaat Acoustic Camera bagi Tim Maintenance
Manfaat utama acoustic camera adalah membantu mempercepat penentuan lokasi pemeriksaan. Tim tidak harus mengandalkan pendengaran atau menelusuri seluruh sambungan dengan tingkat perhatian yang sama.
Dokumentasi visual juga memudahkan komunikasi antara teknisi, supervisor, dan pengelola fasilitas. Temuan dapat diterjemahkan menjadi daftar pekerjaan dengan lokasi dan prioritas yang jelas.
Jika kebocoran berhasil diperbaiki, pemborosan udara bertekanan dapat berkurang. Besarnya manfaat tetap bergantung pada jumlah kebocoran, karakteristik sistem, serta efektivitas tindakan perbaikan.
Temukan Sumber Kebocoran dengan HIKMICRO AI56
Kebocoran udara bertekanan yang dibiarkan dapat menambah beban kompresor dan biaya operasional. HIKMICRO AI56 membantu tim maintenance menemukan indikasi sumber kebocoran melalui pencitraan akustik, sehingga pemeriksaan dan perbaikan dapat diarahkan ke titik yang tepat.
Lengkapi kebutuhan inspeksi industri Anda bersama EMS Technology. Hubungi EMS Technology untuk informasi produk HIKMICRO AI56 dan diskusi penerapannya pada fasilitas Anda.
View this post on Instagram
FAQ Acoustic Camera
Apakah acoustic camera sama dengan thermal camera?
Tidak. Acoustic camera memetakan sumber suara, sedangkan thermal camera menampilkan pola temperatur permukaan. Keduanya digunakan untuk jenis pengamatan yang berbeda.
Apakah HIKMICRO AI56 bisa digunakan di pabrik yang bising?
AI56 dirancang untuk inspeksi akustik di lingkungan industri. Namun, kebisingan, pantulan, dan jarak tetap memengaruhi hasil sehingga pengaturan serta verifikasi diperlukan.
Apakah kamera akustik dapat mendeteksi semua kebocoran?
Tidak. Kebocoran harus menghasilkan sinyal yang dapat ditangkap dalam kondisi pemeriksaan. Sinyal yang terlalu lemah atau terhalang dapat sulit dilokalisasi.
Apakah hasil partial discharge langsung memastikan kerusakan isolasi?
Hasilnya menjadi indikasi untuk evaluasi lanjutan. Penentuan kondisi dan tindakan perbaikan memerlukan analisis oleh personel yang memahami sistem kelistrikan tersebut.











